Berjuta kehangatan dari sepiring Pecel Punten "Mbenjing Mriki Maleh Nggih"



Berjuta kehangatan dari sepiring Pecel Punten ‘Mbenjing Mriki Maleh’

Senja ini, semilir angin begitu terasa menyapu pinggiran area persawahan desa di pojok timur Kota Kediri. Riuh canda tawa mulai terdengar di sebuah warung sederhana. Berdiri sejak beberapa dekade lalu, warung sederhana itu memperkenalkan kuliner pecel punten yang tidak lepas dari identitas Kota Kediri. Kata ‘punten’ mengandung filosofi yang mendalam dalam bahasa Jawa yang berarti permisi atau sopan santun. Punten sendiri merupakan simbol makanan praktis dan merakyat yang ada sejak zaman dahulu.

Terbuat dari beras yang dimasak dengan santan kental dan kondimen lainnya, punten memberikan citarasa yang legit, gurih dan lembut. Kemudian dipadukan dengan sayuran segar diatasnya dan disiram dengan racikan bumbu pecel khas Kota Kediri bertekstur kental yang menguarkan aroma kacang tanah serta tambahan kerupuk pasir, menjadikan sajian pecel punten istimewa dengan rasa tradisional yang otentik.